Jl. HR. Boenyamin No. 16-17
Purwokerto Utara
0281-641338
0822-2637-3666

Hanya Buka 4 Jam, Omzet Tembus 6 Juta Lebih

Oleh: Mulkan Putra Sahada

Pada Sabtu, 23 Februari 2019 telah dilaksanakan Grand Opening Toko Mitra. Toko Mitra adalah salah satu unit usaha yang dimiliki oleh KSU Mitra. Dan KSU Mitra adalah koperasinya karyawan PT. Mitra Karya Tri Utama yang merupakan pabrik produksi rokok Sampoerna.

Dalam acara tersebut dibuka secara simbolis oleh Dinas Koperasi Purbalingga dan turut dihadiri oleh Dekopinda, Manajemen PT dan Manajemen HM. Sampoerna. Selain sambutan dan peresmian simbolis, dari beliau-beliau juga belanja di toko tersebut. Saat ditanya setelah belanja, komentar nya hampir sama: “harganya miring yaa”. Maksudnya miring adalah lebih murah dari minimarket waralaba yang di pinggir jalan itu.

Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga secara resmi membuka Toko Mitra

Selain itu, perwakilan manajemen HM. Sampoerna yang turut hadir, juga berharap agar di pabrik Sampoerna yang lain juga dibuka toko yang sama. Alasannya, agar karyawan dan anggota koperasi pada khususnya dapat lebih mudah mengakses barang-barang kebutuhan hariannya. Tidak perlu lagi jauh-jauh, cukup saat mau pulang mampir sebentar di gedung samping produksi.

Di acara grand opening, selain acara peresmian simbolis, juga dilengkapi dengan berbagai promo. Salah satu promo yang dilakukan adalah lucky draw, setiap belanja 50rb dapat kupon undian. Dan dari kupon undian tersebut, pasti dapat. Jadi tidak ada yang zonk.

Rupanya, dengan adanya promo tersebut cukup efektif untuk menarik konsumen. Bahkan, lebih dari 30 transaksi yang nilainya lebih dari 150rb. Berarti minimal, dapat omzet di angka 4,5 juta. Itu belum termasuk yang belanja di angka di bawah 100rb yaa, dan itu juga banyak. Jadi bisa lah tembus di angka 6 juta lebih di hari pertama grand opening (yang saat itu kita hanya buka 4 jam saja).

Aneka hadiah untuk lucky draw

Ada dua kunci rahasia yang mau coba dibagi nih:

1. Setiap promo harus dihitung
Promo yang dibagikan adalah kaos, topi, kompor, hair dryer, bumbu masak, dan aneka sembako lainnya. Untuk kompor, kaos, topi dan hairdryer memang sengaja disediakan, sebagai biaya investasi awal. Malahan, topi dan kaos adalah juga bagian dari hadiah. Artinya yang benar-benar berbiaya adalah kompor dan hairdryer.

Berbagai varian stok diambil, mulai dari sembako, bumbu masak, kosmetik dan lainnya untuk dijadikan barang-barang hadiah promo lucky draw. Semua barang yang diambil, lantas dihitung dan diestimasi bakal mengurangi laba berapa, dan termasuk kondisi stok mencukupi atau tidak.

Nah yang kecil-kecil seperti bumbu masak, minyak, beras dan gula ini yang masuk ke strategi promo. Katakan lah minimal transaksi 50rb, dan coba ambil margin 12%. Berarti dapat untung dikisaran 6rban.

Misalnya, mau ambil contoh gula seperempat kilo dan dijual dengan harga seribu perak! Murah kan? Apa nggak rugi? Enggak dong, untung malahan. Kok bisa?

Coba kita hitung, harga beli gula itu di angka 1.700 dan biasa dijual dengan harga 2.000. Kemudian dijual seribu dengan maksimal 1 kilo yang artinya 4 bungkus gula seperempatan.

Maka, kelihatan nya rugi 2.000-1.000 = 1.000 x 4 = 4.000. Padahal enggak, justeru untung 2.000.

Estimasi keuntungan dengan margin 12% adalah 6.000, maka 6.000 – 4.000 maka saya masih ada sisa 2.000. Jadi, bukannya saya rugi malah saya masih untung dikisaran 2.000.

Dan hal tersebut, juga dapat disimulasikan dalam berbagai varian. Minyak, bumbu masak, kosmetik dan barang lainnya yang akan dijadikan promo. Yang penting: harus dihitung sebelum dilakukan promo. Barang sekecil dan sebesar apapun itu, harus dihitung yaaa.

 

Perwakilan dari Dekopinda dan Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga sedang memilih barang yang akan dibeli

2. Survey kebutuhan konsumen
Dengan kondisi konsumen yang homogen, survey adalah keharusan. Apabila homogen, kesamaan varian barang yang dicari seringnya sama. Kalaupun beda, nggak begitu siginifakan.

Lantas, bagaimana kalau yang heterogen? Tentukan segmen. Akan diarahkan kemana jualannya, konsumen jenis apa dan bagaimana perilakunya. Berdasarkan pengalaman yang terjadi, hal ini bisa diterka setelah 2-3 bulan toko berjalan. Selama ada data penjualan dan transaksi konsumen, ini mudah untuk dilakukan.

Baik konsumen yang jenisnya homogen maupun heterogen, survey pasar dan analisis pasar menjadi penting. Mengapa? Sebab ini berkaitan dengan stok dan keuntungan.

Apabila tidak ada survey dan analisa, ya jalannya bakal asal-asalan. Alih-alih untung, yang terjadi justru buntung. Mengapa? Karena bukannya stoknya terjual, eh malah mengendap. Stok yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Akhirnya yang terjadi banyak stok yang expired. Bukannya dapet omzet besar, justeru mengurangi modal karena banyaknya barang rusak.

Perlu diketahui juga, banyak perilaku konsumen yang pilih-pilih. Brand dan merk oriented. So, analisa pemilihan kebutuhan konsumen yaa. Biar saat konsumen datang ke toko tidak kecewa, karena barang yang dicari tidak ada.

Setelah potong pita, pengunjung langsung mengerubungi dalam toko

Pemilihan tersebut cukup berpengaruh. Sebab, pangsa konsumen pasar minyak bimoli akan sulit dipaksakan (bahkan tidak bisa) untuk mengkonsumsi produk minyak fitri. Ibu-ibu juga pasti paham soal ini. Atau sebaliknya, gerobak asongan penjual gorengan, coba diminta pakai bimoli, kalau tidak dimarahin, pasti tidak akan beli di toko itu lagi. Contoh lainnya, misal ternyata populasi nya lebih banyak perempuan, maka sabun mandi yang tersedia adalah semacam give, dan lux, bukan semacam gatsby. Dan lain sebagainya.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang memiliki strategi. Strategi tersebut yang akan menentukan langkah-langkah, dan tentunya rencana keuntungan yang akan didapat. Semakin detail strategi, maka semakin mudah untuk menjangkau kemajuan suatu bisnis.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *